Selasa, 29 Maret 2011

cara membuat running led dengan IC 74164

Pada waktu ini saya hanya sekedar ingin berbagi tentang cara membuat Running LED dengan IC 74164..

Adapun bahan - bahan yang digunakan ialah :
1. LED  ( tampilan akan bagus bila menggunakan LED superbrigh )
2. Transistor NPN 
3. IC 555
4. 1C 74164  ( shift register geser )
5. Resistor
6. Kapasitor

Adapu rangkaiannya sebagai berikut :











       Semoga bermanfaat  !!!!!!!!

Rabu, 16 Maret 2011

cara mudah membuat line follower

Line follower

          Sensor garis yang biasanya di gunakan pada Robot Line Follower, Ada banyak pilihan untuk sensor ini, Mulai dari yang paling sederhana menggunakan LDR, Phototransistor, Photodiode, sampai menggunakan Photoreflector.

          Pada artikel ini akan di batasi pembahasan sensor garis hanya yang dibuat dari LDR atau bisa di ganti dengan Photodiode.

           Prinsip kerja dari sensor ini cukup sederhana, Sensor yang digunakan dibuat dengan cara LED dan LDR dirangkai saling berpasangan. Sehingga jika cahaya LED mengenai objek terang maka cahaya LED akan di pantulkan mengenai LDR/Photodioda, sehingga LDR dapat meneruskan arus yang akhirnya dijadikan sebagai Output dari sensor tersebut.


Berikut adalah contoh rangkaian sederhana Sensor garis yang sudah pernah saya coba dan berfungsi dengan baik:
Rangkaian ini di rangkap sebanyak 4, 6, 8 (Sesuai kebutuhan) kemudian di pasang berderetan.

*Komparator

           Hasil Output dari sensor garis di atas masih berupa Analog signal, sehingga untuk lebih mudahnya kita memerlukan komparator yang berfungsi membandingkan tegangan keluaran sensor dengan tegangan referensi sehingga menghasilkan output digital. IC yang sering di gunakan sebagai komparator antara lain LM324, LM339 Dsb.
          Berikut contoh rangkaian Komparator sederhana menggunakan IC LM324:

             Output dari komparator, dihubungkan langsung ke PIN mikrokontroller untuk selanjutnya di proses sehingga menghasilkan pergerakan pada robot.

komponen elektronik

Komponen elektronika


               Komponen Elektronika biasanya sebuah alat berupa benda yang menjadi bagian pendukung suatu rangkaian elektronik yang dapat bekerja sesuai dengan kegunaannya. Mulai dari yang menempel langsung pada papan rangkaian baik berupa PCB, CCB, Protoboard maupun Veroboard dengan cara disolder atau tidak menempel langsung pada papan rangkaian (dengan alat penghubung lain, misalnya kabel).
               Komponen elektronika ini terdiri dari satu atau lebih bahan elektronika, yang terdiri dari satu atau beberapa unsur materi dan jika disatukan, dipanaskan, ditempelkan dan sebagainya akan menghasilkan suatu efek yang dapat menghasilkan suhu atau panas, menangkap atau menggetarkan materi, mengubah arus, tegangan, daya listrik dan lainnya.

contoh gambar2 komponen elektronik



untuk lebih jelas anda bisa klik dsini

Selasa, 15 Maret 2011

apa itu gerbang logika

di sini sya cuma mw sharing ttng grbang logika,,,
barang kali bisa membantu untuk pembelajaran awal untuk gerbang logika.......


GERBANG LOGIKA DIGITAL

          Gerbang digit dikenal pula sebagai perangkat digit atau sebagai perangkat logika (logic
device). Perangkat ini memiliki satu atau lebih masukan dan satu keluaran. Masing-masing
masukan (input) atau keluaran (output) hanya mengenal dua keadaan logika, yaitu logika '0' (nol,
rendah) atau logika '1' (satu, tinggi) yang oleh perangkat logika, '0' direpresentasikan dengan
tegangan 0 sampai 0,7 Volt DC (Direct Current, arus searah), sedangkan logika '1' diwakili oleh
tegangan DC setinggi 3,5 sampai 5 Volt untuk jenis perangkat logika IC TTL (Integrated Circuit
Transistor-Transistor Logic) dan 3,5 sampai 15 Volt untuk jenis perangkat IC CMOS (Integrated
Circuit Complementary Metal Oxyde Semiconductor).

1. GERBANG NOT
           Pada gerbang ini nilai keluarannya selalu berlawanan dengan nilai masukannya. Apabila
masukannya sebesar 0 maka keluarannya akan sebesar 1 dan sebaliknya apabila masukannya
sebesar 1 maka keluarannya akan sebesar 0. Pada tabel kebenaran gerbang NOT berikut, yaitu
tabel yang menggambarkan hubungan antara masukan (A) dan keluaran (B) perangkat digit
gerbang NOT.

    Simbol Gerbang NOT
    Tabel kebenaran logika NOT
      Masukan   Keluaran
           A               B
           0                1
           1                0
  
2.GERBANG AND
           Gerbang AND dapat memiliki dua masukan atau lebih. Gerbang ini akan menghasilkan
keluaran 1 hanya apabila semua masukannya sebesar 1. Dengan kata lain apabila salah satu
masukannya 0 maka keluarannya pasti 0.

Sebagai contoh, perhatikanlah kasus berikut:
     Kasus
     Sebuah tim ganda dari regu bulutangkis Indonesia, adalah absah apabila kedua
     anggotanya lengkap hadir, yaitu Amir dan Badu. Apabila salah satu dari Amir atau Badu ada
     yang absen atau tidak hadir, maka regu tersebut tidak absah untuk Mewakili Indonesia dalam
     turnamen bulu tangkis tersebut.

Dalam dunia logika digital, semua aspek positif dari suatu kasus diinterpretasikan sebagai
true (baca: tru) suatu kata bahasa Inggris yang berarti 'benar'. Pada komputer (sebagai
perangkat), 'true' diwujudkan sebagai logika '1' atau 'high' (baca: hay') = tinggi. Pada tingkat
perangkat keras, 'true' mempunyai acuan tegangan listrik mendekati 5 Volt DC (dalam TTL
Level).}

       Pada kasus di atas, yang termasuk aspek positif adalah 'absah' dan 'hadir'.
       Sebaliknya, logika digital menentukan bahwa semua aspek negatif dalam suatu kasus
       harus dianggap sebagai false (baca: fals) yang berarti 'salah'. Ini dimanifestasikan sebagai logika
       '0' atau low = rendah oleh komputer (sebagai perangkat). Perangkat keras melaksanakan hal ini
       dengan memberikan tegangan DC mendekati atau sama dengan nol Volt, TTL level.

Yang termasuk aspek negatif dalam hal ini adalah 'tidak absah' dan 'absen'.
Dengan demikian, kita sudah dapat menjabarkan kasus tersebut secara logika seperti ini:
        a. Penyelesaian (output) kasus disandikan dengan 'Q'.
        b. Peserta (input), dalam hal ini Amir dan Badu, disandikan sebagai A dan B.
        c. Sinopsis yang dihasilkan menyatakan bahwa:
            - Q akan true apabila A dan B true
            - Q akan false bila salah satu di antara A dan B ada yang false

       Bentuk logika kasus diatas disebut logika 'AND', yang dalam bahasa Indonesia berarti
'DAN'. Tampaknya, nama logika ini diperoleh dengan mengambil patokan pada sinopsis bagian
pertama, yang menyatakan bahwa output akan true bila A dan B true.
Penjabaran dapat lebih disederhanakan lagi dengan mempergunakan tabel yang bernama
'Tabel Kebenaran' (truth table). Bentuk tabel kebenaran dalam kasus ini adalah sebagai berikut:

      Simbol Gerbang AND
      Tabel kebenaran logika AND
      Masukan   Keluaran
      A      B           Q
      0      0            0
      0      1            0
      1      0            0
      1      1            1

3.GERBANG NAND (NOT AND)
      Berlawanan dengan gerbang AND, pada gerbang NAND keluaran akan selalu 1 apabila
salah satu masukannya 0. Dan keluaran akan sebesar 0 hanya apabila semua masukannya 1.
Gerbang NAND ekuivalen dengan NOT AND. Tabel kebenaran gerbang NAND adalah sebagai
berikut.
         Simbol Gerbang NAND
         Tabel kebenaran logika NAND

       Masukan   Keluaran
       A       B         Q
        0       0          1
        0       1          1
        1       0          1
        1       1          0

Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2008 IlmuKomputer.Com

   4.GERBANG OR
               Keluaran gerbang OR akan sebesar 0 hanya apabila semua masukannya 0. Dan
keluarannya akan sebesar 1 apabila saling tidak ada salah satu masukannya yang bernilai 1.
Sebagai contoh, perhatikanlah kasus berikut:

Kasus
      Dalam suatu rapat Universitas, Amir dan badu bertindak sebagai wakil resmi Fakultas
      Teknik jurusan elektro. Sidang rapat menyatakan apabila salah satu dari Amir atau Badu hadir,
      maka hal itu sudah absah untuk mewakili fakultas tersebut.
      Untuk kasus ini, penjabaran masalah tidak banyak berbeda dengan yang sebelumnya
yaitu:
  a. Penyelesaian (output) kasus disandikan dengan 'Q'.
  b. Peserta (input), dalam hal ini Amir dan Badu, disandikan sebagai A dan B.
  c. Sinopsis yang dihasilkan menyatakan bahwa:
     - Q akan true apabila salah satu dari A dan B ada dalam kondisi true.
     - Q akan false, apabila A dan B (semuanya) ada dalam keadaan false.

Kasus ini memakai bentuk logika 'OR' dan tabel kebenarannya menjadi tersusun sebagai
berikut:
     Simbol Gerbang OR
     Tabel kebenaran logika OR
      Masukan     Keluaran
      A      B             Q
      0       0              0
      0       1              1
      1       0              1
      1       1              1

 5.GERBANG NOR (NOT OR)
                   Gerbang NOR ekuivalen dengan NOT OR. Berlawanan dengan gerbang OR, keluaran
 sebesar 1 hanya akan terjadi apabila semua masukannya sebesar 0. Dan keluaran 0 akan terjadi
apabila terdapat masukan yang bernilai 1. Tabel kebenaran gerbang NOR.

     Simbol Gerbang NOR
    Tabel kebenaran logika NOR
        Masukan     Keluaran
         A      B            Q
         0       0            1
         0       1            0
         1       0            0
         1       1            0

Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2008 IlmuKomputer.Com


6.GERBANG XOR (Exclusive OR)
             Apabila input A dan B ada dalam keadaan logika yang sama, maka output Q akan
menghasilkan logika 0, sedangkan bila input A dan B ada dalam keadaan logika yang berbeda,
maka output akan menjadi logika 1. XOR sebetulnya merupakan variasi dari cara kerja logika
OR. Untuk lebih jelas, coba perhatikan tabel kebenarannya:

        Simbol Gerbang XOR
        Tabel kebenaran logika XOR
          Masukan   Keluaran
          A        B        Q
          0         0         0
          0         1         1
          1         0         1
          1         1         0

          Sangat mirip, bukan? Ya, karena tabel kebenaran XOR ini hanya berbeda satu langkah
saja dengan tabel kebenaran OR, yaitu pada langkah terakhir saat input A dan B keduanya pada
logika 1, outputnya menghasilkan 0, bukan 1 seperti pada logika OR.

         Aplikasi dari proses logika XOR ini dapat dimanfaatkan untuk membandingkan dua buah
data, yaitu apabila data-data tersebut mengandung informasi yang persis sama, maka XOR akan
memberikan output logika 0.


6.GERBANG XNOR (Exclusive NOR)
            Apabila input A dan B ada dalam keadaan logika yang sama, maka output Q akan
menghasilkan logika 1, sedangkan bila input A dan B ada dalam keadaan logika yang berbeda,
maka output akan menjadi logika 0. XNOR bisa juga dikatakan memiliki sifat dari kebalikan
XOR. XNOR dan NOR hanyalah berbeda pada langkah ke-empat yaitu apabila A dan B pada
logika 1 maka output Q juga 1, bukan 0 seperti pada logika NOR.

         Simbol Gerbang XOR
         Tabel kebenaran logika XNOR
          Masukan   Keluaran
          A        B        Q
          0         0         1
          0         1         0
          1         0         0
          1         1         1



PENUTUP
          Semoga para pembaca sekalian mendapat tambahan wawasan dengan membaca E-Book
ini. Sebuah peribahasa menyatakan 'Tiada gading yang tak retak' maka sudilah kiranya pembaca
mengirimkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan ataupun up dating E-Book ini
agar supaya menjadi lebih baik untuk masa kedepannya dan untuk perkembangan ilmu
pengetahuan.
Kritik, saran ataupun up dating dapat anda kirimkan ke alamat E-mail.